Konsultan Bisnis,SOP,HRD,Manajemen HR,HRM Consultant,Pelatihan SDM,Provider Training ISO,5S

Jasa Konsultan Strategi Bisnis,SOP,ISO,HR Management Consultants,Provider Training Indonesia

Jasa Konsultan Strategi Bisnis,ISO,SOP,HR Management Consultants,Provider Training ISO9001,ISO14001,ISO22000,OHSAS18001,Serifikasi ISO Indonesia

Jasa Konsultan Strategi Bisnis,ISO,SOP,Consultants Manajemen,SDM,HR,BPR,Training-Workshop ISO9001,ISO14001,ISO22000,OHSAS18001,Serifikasi ISO Jakarta

Konsultan Strategi Bisnis,SOP,ISO9001,ISO22000,OHSAS18001,ISO14001 Consultants,SDM,HR,BPR
Public-Inhouse Training,ISO Serifikasi,SDM/HR,BPR,Pelatihan ISO,5S,SOP,audit internal

Konsultan Strategi Bisnis,SOP,ISO9001,ISO22000,OHSAS18001,ISO14001 Consultants,SDM,HR,BPR
Public-Inhouse Training,ISO Serifikasi,SDM/HR,BPR,Pelatihan ISO,5S,SOP,audit internal
HR Management Center

Head Office :
Jl. Kyai Caringin No.20A Cideng
Jakarta Pusat-10150
Hotline : (021) 3240 3909
Fax : 021-630 6560 (Hunting)
Hotline SMS : 0818.480.825
email : venty@sienconsultant.com

Human Resource Management  Consultants & Training, Konsultan SDM Terbaik di Indonesia
Kecewa dengan Staf Kami ?

July 2015
M T W T F S S
« May    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
Find Our Office : Konsultan HRD

Konsultan HRD, HRM Consultant, Human Resource Management,Konsultan SOP,System Procedure HR,Manajemen SDM,Konsultan Manajemen,Pelatihan SDM, TrainingISO

Recent Comments

    Sistem HR Management dengan HRIS dan HCIS

    May 28th, 2015

    HR Management -HRIS - HCIS

    Departemen Sumber Daya Manusia (SDM) atau Human Resources Department (HRD) merupakan bagian yang sangat strategis di setiap organisasi / perusahaan untuk mencapai tujuannya. Namun realisasinya dalam suatu perusahaan, kebanyakan waktu kerja fungsi HRD tersita dengan hal – hal yang bersifat administratif dan dengan berbagai laporan. Oleh karenanya HRD memerlukan suatu alat dan sumberdaya yang tepat dalam melakukan pekerjaannya menjadi lebih produktif, efisien dan efektif.

    Human Capital Information System (HCIS) atau yang disebut juga dengan Sitem Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM), merupakan suatu aplikasi yang terintegrasi dalam mendukung implementasi Human Capital Management System (HCMS) / Human Resources Management System (HRMS) dengan konsep database terpusat menggunakan teknologi dan web-based.

    Sistem HR Management ini juga sering disebut dengan istilah Human Resource Information System (HRIS). Namun dalam implementasinya HCIS lebih dari sekedar personal administration seperti yang terdapat dalam HRIS (Human Resources Information System). HCIS berfokus pada sistem pengelolaan kinerja karyawan.

    Dengan HCIS dan HRIS, fungsi HRD dapat bekerja lebih cepat, membuat keputusan lebih akurat terkait dengan SDM dan lebih fokus pada pengelolaan dan pengembangan SDM. Fungsi HRD tidak lagi banyak menghabiskan waktunya dengan tugas – tugas rutin yang bersifat administratif dan kembali kepada fungsinya yang sesungguhnya sebagai fungsi strategis dalam perusahaan yang fokus mengelola dan mengembangkan SDM perusahaan untuk meningkatkan produktivitas perusahaan tersebut.

    HCIS dan HRIS juga memungkinkan karyawan perusahaan untuk bertukar informasi dengan lebih mudah dan dengan sistem HR ini, mengurangi penggunaan kertas melalui penyediaan informasi yang terpusat dan mudah untuk diakses dimanapun mereka berada. Lingkup informasi yang dapat diakses oleh karyawan tergantung dari kebijakan perusahaan itu sendiri. Adapun informasi yang biasanya dapat diakses oleh karyawan tersebut melingkupi data diri, data cuti, kehadiran, lembur, pengajuan training, data prestasi kerja dan kondite. Fitur-fitur ini ada didalam HRIS.

    Untuk fitur-fitur HCIS dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Beberapa fitur populer yang terdapat dalam HCIS yakni :
    • Struktur Organisasi
    • Job description
    • Database karyawan
    • Proses perekrutan
    • Employee self services
    • Talent management
    • Training & Development
    • Payroll Adminstration (administrasi penggajian)
    • Reward dan punishment
    • Performance management
    • Career planning
    • Perencanaan suksesi
    • dll

    Penting untuk memilih HCIS dan HRIS yang tepat. Mutu dari suatu sistem HCIS dan HRIS dilihat dari desainnya yang fleksibel yang menampilkan database terintegrasi dengan berbagai fitur pilihan dan relevan sepanjang hidup perusahaan. Idealnya, aplikasi HCIS mampu membuat laporan dan menganalisa informasi dengan cepat dan akurat. Perusahaan yang mau berinvestasi menerapkan HCIS sesuai dengan tujuan, visi, misi dan nilai perusahaan adalah perusahaan yang berinvestasi untuk masa depan dan mencapai keberhasilannya.

    Sudahkah perusahaan Anda menerapkan HCIS dan HRIS?
    Hubungi kami Jasa Konsultan HR Management – HCIS – HRIS untuk informasi lebih lanjut
    Telp : (021) 32403909
    Email : info@konsultan-bisnis.com

    Bagaimana Penerapan Green Productivity (GP) ?

    April 14th, 2015

    Konsultan Penerapan Green Productivity (021) 32403909

    Bagian penting dari penerapan Green Productivity adalah menguji dan mengevaluasi kembali mulai dari proses produksi dilakukan sampai dengan suatu produk dihasilkan sebagai langkah untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas produk bersamaan dengan mengurangi dampak proses produksi terhadap lingkungan.

    Implementasi Green Productivity merupakan proses yang dilakukan dengan kajian dan perbaikan yang berkelanjutan, dengan siklus PDCA (Plan – Do – Check – Action).

    Berikut 6 langkah penting yang dilakukan dalam penerapan Green Productivity:

    Langkah 1 : Tahapan Awal, Membentuk Team GP.

    • Melakukan survey dan mengumpulkan informasi awal untuk mengidentifikasi  masalah tahap berikutnya.
    • Pada tahap ini penting mendapatkan dukungan dari manajemen untuk memastikan bahwa tersedianya SDM dan sumberdaya yang memadai untuk kesuksesan implementasi Green Productivity.

    Langkah 2 : Menyusun Rencana

    • Mengidentifikasi masalah dan penyebab masalah tersebut. Identifikasi masalah tersebut didapat dari informasi tahap awal. Pada tahap ini, informasi tahap awal kemudian identifikasi dan analisis dengan metode material balance, benchmarking, eco-mapping dan digram Ishikawa.
    • Menentukan tujuan dan target untuk menangani masalah tersebut.

    Langkah 3 : Mengembangkan dan Melakukan Evaluasi Opsi Green Productivity

    • Mengembangkan opsi GP sesuai dengan tujuan dan target yang dirumuskan dalam tahap perencanaan.
    • Opsi yang sudah ditentukan kemudian disaring, dievaluasi dan diurutkan berdasarkan prioritas kelayakan ekonomis dan teknis serta manfaat potensialnya.

    Langkah 4 : Implementasi opsi Green Productivity

    • Menyusun rencana implementasi Green Productivity.
    • Mengimplementasikan opsi yang dipilih.
    • Melakukan training, membangun awareness, dan melakukan pengembangan kompetensi.

    Langkah 5 : Pemantauan dan Peninjauan

    • Melakukan pemantauan dan peninjauan hasil dari opsi yang telah diimplementasikan untuk memastikan hasilnya sesuai dengan target yang diharapkan.
    • Melakukan tinjauan manajemen untuk membahas lebih lanjut terkait dengan temuan ataupun hasil implementasi GP.

    Langkah 6 : Memelihara Green Productivity

    • Menggabungkan program GP ke dalam sistem manajemen organisasi.
    • Mengidentifikasi permasalahan baru untuk continuous improvement.

     

    Apakah perusahaan Anda sudah siap untuk melakukan peningkatan produktivitas masuk persaingan pasar bebas dengan green productivity? Kami akan dengan senang hati membantu Anda, silahkan menghubungi kami.

    Jasa Konsultan Productivity

    SIEN Consultants

    (021) 32403909

    Peningkatan Produktivitas Perusahaan dengan Green Productivity (GP)

    March 14th, 2015

    Productivity Consultant (021) 32403909

    Produktivitas merupakan salah satu faktor penting yang sangat diperhatikan oleh perusahaan karena produktivitas sangat mempengaruhi proses kemajuan dan kemunduran dari suatu perusahaan. Ketika produktivitas perusahaan meningkat hal itu berarti kesejahteraaan dan mutu perusahaan juga meningkat.

    Apa yang dimaksud dengan produktivitas?

    Menurut International Labour Organization (ILO) mengungkapkan bahwa secara lebih sederhana maksud dari produktivitas adalah perbandingan secara ilmu hitung antara jumlah yang dihasilkan dan jumlah setiap sumber yang dipergunakan selama produksi berlangsung.

    Dalam konteks ini esensi pengertian produktivitas adalah sikap mental yang selalu mempunyai pandangan bahwa mutu kehidupan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini (Kusnendi, 2003)

    Oleh karena itu, perusahaan akan selalu berusaha untuk meningkatkan dan mengembangkan produktivitasnya dengan berbagai metode yang tepat. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah dengan metode green productivity. Melalui green productivity, perusahaan mampu mencapai dan meningkatkan produktivitasnya dan sekaligus menurunkan dampak lingkungan sebagai upaya pembangunan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, penerapan green productivity sedang popular di negara – negara berkembang khususnya bagi negara yang menjadikan aspek lingkungan menjadi isu penting dan strategis yang harus disikapi dengan baik.

    Konsep green productivity dikembangkan oleh Asian Productivity Organization (APO) pada 1994 dengan tujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap peningkatan produktivitas dan kaitannya dengan permasalahan lingkungan.

    APO mendefinisikan green productivity (GP) sebagai suatu strategi untuk meningkatkan produktivitas perusahaan dan melestarikan lingkungan secara bersamaan untuk pembangunan sosial – ekonomi yang berkelanjutan. Hal ini dilakukan dengan menggunakan tools, teknik dan teknologi yang tepat guna untuk mengurangi dampak aktivitas perusahaan terhadap lingkungan. Konsep GP menitikberatkan pada pengoptimalan penggunaan ruang, tenagakerja, energi, bahan baku dan semua faktor produksi yang digunakan.

    Keuntungan penerapan Green Productivity ( GP ) :

    Implementasi GP akan memberikan manfaat pada jangka menengah dan jangka panjang. Keuntungan penerapan GP akan dirasakan dampaknya oleh produsen begitu juga  dengan konsumennya.

    • Keuntungan yang dirasakan beberapa diantaranya adalah peningkatan efisiensi sumberdaya yang digunakan, biaya produksi yang lebih rendah, pengurangan biaya yang dikeluarkan untuk pengolahan dan pembuangan limbah produksi, dan kualitas produk yang lebih baik.
    • Menerapkan GP akan menjadi keunggulan kompetitif bagi perusahaan. Ketika perusahaan sudah dengan benar menerapkan green productivity, produktivitasnya secara signifikan akan meningkat hal ini akan berdampak pada peningkatan pangsa pasar perusahaan dan hasil akhirnya adalah laba perusahaan akan meningkat.

    Implikasi penerapan green productivity ini akan besar dirasakan oleh negara berkembang dengan keterbatasan teknologi dan sumberdaya yang dimiliki. Menerapkan GP juga mempersiapkan perusahaan untuk peningkatan daya saing dalam memasuki pasar internasional dan menghadapi globalisasi dimana perusahaan akan lebih dituntut untuk dapat memenuhi ekspektasi standard internasional terhadap produk yang mereka hasilkan.

    Selain perusahaan dan konsumen perusahaan, karyawan dari perusahaan yang menerapkan GP juga akan merasakan manfaat dari penerapan GP, selain dilakukan perbaikan pada tempat bekerjanya menjadi lebih nyaman, karyawan tersebut juga akan dilakukan perbaikan terus menerus dari sisi kesehatan dan keselamatan kerjanya.

    Program green productivity tidak hanya dapat diterapkan di sektor industri / manufaktur, namun dapat juga diterapkan di sektor pertanian dan juga jasa pelayanan bahkan masyarakat umum sekalipun dapat menerapkannya.

    Apabila membutuhkan informasi lebih lanjut penerapan green productivity (GP) dapat menghubungi kami, Konsultan Green Productivity / Penerapan GP untuk Peningkatan produktivitas perusahaan

    SIEN Consultants

    (021) 32403909

    Manajemen Holding Company

    February 16th, 2015

    Jasa Konsultan Manajemen Holding Company

    Holding company belakangan ini sedang popular dalam dunia bisnis baik perusahaan swasta maupun BUMN banyak yang mengarah pada sistem holding company. Penggabungan beberapa perusahaan dalam bentuk holding company diharapkan akan lebih menguntungkan dibandingkan dengan melakukan strategi diversifikasi.

    Dengan manajemen holding company yang baik, penggabungan perusahaan ini mampu mengoptimalkan kinerja perusahaan secara keseluruhan baik dari sisi kepastian area pemasaran, sumber bahan baku dan penghematan biaya melalui penggunaan fasilitas dan sarana yang lebih ekonomis dan efisien (Hadori Yunus;1990).

    Selain tersebut diatas, menurut Bringham & Houston (2001), berikut keunggulan suatu manajemen holding company, yakni:

    • Pengendalian operasional perusahaan dengan kepemilikan saham sebagian.

    Kepemilikan sebagian (fractional ownership) dari suatu perusahaan sudah mencukupi untuk dapat mengendalikan secara efektif operasional dari perusahaan tersebut. Ahli keuangan mengatakan bahwa bagaimana cara mengelola perusahaan jauh lebih penting daripada kepemilikan saham dalam suatu perusahaan.

    • Adanya pemisahan risiko.

    Sistem holding company terdiri dari unit operasional yang berbeda dan merupakan badan hukum yang terpisah dimana kewajiban dari masing – masing unitpun akan terpisah. Apabila terjadi kerugian yang fatal yang dialami oleh suatu unit, maka tidak akan dibebankan pada aktiva unit operasional lainnya.

    Namun pada prinsipnya, sebagai perusahaan induk (parent company) akan merasa bahwa hal tersebut menjadi tanggung jawabnya dan akan berusaha menyelesaikan utang anak perusahaannnya meskipun secara hukum tidak terikat dalam kewajiban itu. Hal ini dilakukan untuk menjaga nama baik perusahaan dan mempertahankan para pelanggannya.

    Dengan berbagai keunggulan diatas, sistem holding company tidak akan berjalan dengan baik apabila tidak dipersiapkan dengan manajemen yang baik dan strategi bisnis yang mempertimbangkan dan memperhatikan berbagai aspek yang melingkupinya.

    Diperlukan strategi bisnis manajemen dalam membentuk dan mengelola suatu holding company. Apabila Anda membutuhkan jasa dalam membangun dan manajemen holding company, silahkan menghubungi jasa konsultasi manajemen bisnis perusahaan.

    Salam sukses,

    SIEN Consultants – Jasa Konsultan Strategi Bisnis dan Manajemen Perusahaan

    Telp : (021) 32403909

    Email : info@konsultan-bisnis.com atau

    venty@sienconsultant.com

     

    Menggunakan Jasa Riset Pasar (Market Research), Kenapa Tidak?

    August 13th, 2014

    Persaingan bisnis yang semakin ketat dewasa ini, membuat setiap perusahaan yang ingin tetap eksis dan unggul beradu untuk mempertahankan dan menambah pangsa pasarnya. Perusahaan berusaha mengetahui kebutuhan pelanggannya, kekuatan dan kelemahan pesaing serta lingkungan makro yang mempengaruhi kinerja pemasaran perusahaan.

    Perusahaan membutuhkan informasi yang akurat, relevan dan terpercaya untuk mengambil keputusan yang terkait dengan pemasaran dan atau untuk menyusun strategi pemasarannya. Informasi tersebut dapat diperoleh dengan melakukan riset pasar (market research).

    Menurut Malhotra (1996), riset pasar merupakan identifikasi, pengumpulan, analisis dan penyebarluasan informasi secara sistematis dan obyektif dengan tujuan untuk membantu manajemen dalam pengambilan keputusan berkaitan dengan identifikasi dan pemecahan masalah dan peluang dalam bidang pemasaran.

    Mengapa riset pasar (market research) penting?

    Tujuan melakukan riset pasar disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan itu sendiri. Peran Riset Pasar (market research) minimal akan membantu perusahaan untuk :

    • Mengidentifikasi dan mengevaluasi peluang pasar potensial
    • Menganalisa segmentasi pasar yang ada
    • Memilih target pasar yang akan dibidik
    • Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan kompetitor
    • Mengidentifikasi perilaku konsumen
    • Merencanakan dan mengimplementasikan marketing mix
    • Menganalisa kinerja pemasaran, apakah target penjualan yang sudah ditentukan sudah tercapai
    • Memberikan informasi apakah ada perubahan yang akan mempengaruhi atau mengganggu penjualan perusahaan

    Riset pasar (market research) dapat dilakukan oleh fungsi atau bagian pemasaran/marketing yang mengetahui dengan baik teknik melakukan riset pasar. Namun apabila menginginkan hasil yang lebih akurat (dengan tingkat eror yang kecil) dapat menggunakan jasa riset pasar (market research consultant).

    SIEN Consultants merupakan jasa konsultan riset pasar yang sudah berpengalaman dalam berbagai bidang usaha baik untuk perusahaan besar maupun perusahaan kecil, SIEN Consultants siap membantu. Hubungi segera, kami akan dengan senang hati membantu Anda untuk menyediakan data yang akurat, relevan, terpercaya, obyektif dan tepat waktu untuk kemajuan perusahaan Anda. Salam sukses

    SIEN Consultants
    Telp : (021) 32403909
    Cideng – Jakarta Pusat

    Penyusunan Business Plan (Rencana Bisnis), pentingkah?

    June 18th, 2014

    Jasa Penyusunan Business Plan (Rencana Bisnis)

    Business plan (rencana bisnis) merupakan roadmap penting bagi keberhasilan suatu bisnis. Dokumen business plan ini umumnya berisi proyeksi bisnis 3 sampai dengan 5 tahun ke depan dan menguraikan rencana program kerja yang harus dilakukan perusahaan untuk meningkatkan profit atau pendapatan bisnisnya. Perusahan baru ataupun perusahaan yang sudah berjalan memerlukan suatu business plan (rencana bisnis) dalam menjalankan bisnisnya agar lebih terarah dan mencapai sasarannya.

    Penyusunan business plan disesuaikan dengan fokus kebutuhan atau tujuannya. Apakah kebutuhannya untuk internal perusahaan sebagai arah dan patokan perusahaan dalam mencapai visi dan misinya ataukah untuk kebutuhan menarik investor dan pelanggan perusahaan tersebut.

    Business Plan – rencana bisnis paling tidak mencakup 7 komponen besar yakni:

    1. Ringkasan ekslusif menguraikan ringkasan dari seluruh isi business plan mulai dari konsep bisnis sampai dengan aspek keuangan perusahaan
    2. Deskripsi perusahaan menguraikan tentang identitas perusahaan, visi – misi perusahaan, gambaran tentang produk dan jasa yang ditawarkan, biodata pemilik, struktur organisasi perusahaan
    3. Analisis pasar dan pemasaran menguraikan tentang produk dan jasa yang ditawarkan, gambaran pasar, trend dan pertumbuhan industri, ukuran dan tren pasar, peluang strategis, target pasar, karakteristik pasar, proyeksi penjualan, strategi jangka panjang dan analisis pesaing.
    4. Analisis pesaing menguraikan tentang pesaing perusahaan, posisi perusahaan dalam persaingan bisnis, distribusi pangsa pasar, kelebihan perusahaan dibandingkan dengan pesaing
    5. Rencana desain dan pengembangan (optional) menguraikan tentang tujuan usaha jangka panjang, sasaran – sasaran dan jadwal pencapaian (milestone), evaluasi risiko dll
    6. Rencana operasi dan manajemen menguraikan tentang fasilitas yang dimiliki perusahaan dalam menjalankan usahanya, proses produksi, pengendalian persediaan, pasokan dan distribusi, R&D / pengembangan produk, kontrol keuangan, tim manajemen dll.
    7. Analisis Keuangan menguraikan tentang proyeksi keuangan – laba / rugi, neraca keuangan, arus kas (cash – flow), sumber modal & penggunaan, asumsi yang digunakan, analisis break – even point (BEP), payback period, IRR, NPV

    Dalam menyusun business plan diperlukan keahlian dalam melakukan analisa dan menyediakan informasi yang akurat. Apabila Anda memerlukan jasa konsultan dalam menyusun business plan (rencana bisnis) untuk perusahaan Anda, jangan segan untuk menghubungi kami.

    Salam sukses dari jasa konsultan bisnis dan manajemen strategi – jasa penyusunan business plan :
    SIEN Consultants,
    Venty (021) 324 03 909
    info@konsultan-bisnis.com
    venty@sienconsultant.com

    Tips Membangun Bisnis dari Konsultan Manajemen Bisnis Strategi

    May 23rd, 2014

    Jasa Konsultan Manajemen Bisnis Strategi

     

    Dalam membangun suatu bisnis tentunya harus dengan perencanaan yang matang mulai dari mencari ide bisnis apa yang akan dijalankan, bagaimana merealisasikan bisnis, membangun sistem manajemen bisnis, bagaimana strategi bisnisnya sampai ke bagaimana pengembangan dan ekspansi bisnis di kemudian hari.

    Berikut adalah tips berupa tahapan penting dalam membangun bisnis dari konsultan manajemen bisnis strategi :

    Tahap 1 : Mencari Ide Bisnis

    Tahap yang paling awal dilakukan adalah :

    • Menentukan jenis bisnis yang akan dijalankan,
    • Menentukan  target pasar dan
    • Menentukan sistem bisnis yang akan akan dijalankan seperti apa, apakah dalam bentuk perorangan, kerjasama, waralaba, agensi, dll

    Ide bisnis bisa didapat dari berbagai macam sumber, misalnya dari buku, majalah, internet, seminar, pebisnis yang sudah sukses, atau berkonsultasi dengan konsultan bisnis.

    Tahap 2 : Melakukan Kajian Bisnis (Feasibility Study)

    Setelah menentukan bisnis apa yang akan dijalankan, maka proses berikutnya adalah melakukan kajian bisnis / studi kelayakan bisnis (feasibility study). Feasibility study sangat penting untuk dilakukan sebelum menjalankan usaha. Dalam kegiatan feasibility study akan dilakukan market research & financial research.

    Melalui feasibility study / studi kelayakan bisnis akan didapatkan kesimpulan apakah bisnis yang akan dijalankan tersebut feasible (layak) untuk direalisasikan atau tidak. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerugian dimasa yang akan datang. Ulasan lebih lengkap tentang feasibility study dapat dilihat disini.

    Tahap 3 : Menyusun Rencana Bisnis

    Setelah bisnis dinyatakan layak untuk dijalankan, maka tahap berikutnya yang dilakukan adalah menyusun rencana bisnis (business plan).

    Dalam rencana bisnis (business plan) akan diuraikan tentang :

    • Rencana produk /jasa yang akan dijual & supply chain
    • Rencana lokasi usaha
    • Rencana komposisi Sumber Daya Manusia (SDM) yang diperlukan
    • Rencana peralatan & perlengkapan kerja yang digunakan
    • Rencana sistem yang perlu diterapkan seperti Standard Operating Procedure (SOP), sistem penggajian, dll
    • Rencana pemasaran termasuk target pasar yang akan dibidik
    • Rencana modal usaha & sumber modal (capex) dalam menjalan bisnis tersebut
    • Rencana biaya operasional (opex) dalam menjalan bisnis tersebut

    Tahap 4 : Melakukan Persiapan Bisnis

    Setelah memiliki rencana bisnis (business plan), maka tahap berikutnya adalah mempersiapkan bisnis sesuai dengan rencana yang ada di business plan, yakni :

    • Menentukan nama perusahan yang akan dipakai dan mengurus dokumen perusahaan mencakup legalitas perusahaan
    • Menyediakan modal kerja awal
    • Menyediakan peralatan dan perlengkapan usaha
    • Melakukan rekrutmen SDM
    • Menyediakan barang / jasa yang akan dijual

    Tahap 5 : Merealisasikan Bisnis

    Setelah tahap persiapannya sudah selesai dilakukan, maka tahap berikutnya adalah merealisasi bisnis tersebut. Kegiatan yang dilakukan melingkupi :

    • Melakukan branding & promosi barang / promosi yang akan dijual
    • Membuat persediaan barang / jasa
    • Membangun jalur distribusi
    • Menyediakan layanan purna jual (apabila dibutuhkan)

    Tahap 6 : Melakukan Pengembangan dan Ekspansi Bisnis

    Setelah bisnis sudah berjalan dengan baik, sudah saatnya untuk mengembangkan dan melakukan ekspansi bisnis. Pengembangan dan ekspansi bisnis dapat dilakukan dengan cara :

    • Melakukan branding & promosi
    • Membangun customer engagement
    • Melakukan perluasan jaringan usaha (sistem cabang / waralaba)
    • Membangun dan memperluas networking

     

    Apabila Anda membutuhkan Konsultan Bisnis dalam membangun bisnis / perusahaan Anda, jangan segan untuk menghubungi kami, kami akan dengan senang hati membantu Anda.

     

    Semoga bermanfaat,

    Salam sukses dari Jasa Konsultan Manajemen Bisnis Strategi

    SIEN Consultants

    (021) 32403909 / info@konsultan-bisnis.com

    Pentingnya Manajemen Strategi Bisnis (Strategic Management) bagi Perusahaan

    May 6th, 2014

    Strategi Manajemen Bisnis Perusahaan

    Strategi sudah tidak asing lagi dalam dunia bisnis, perusahaan berskala kecil maupun yang berskala besar (apapun jenis usahanya) membutuhkan strategi dalam menjalankan dan mengembangkan bisnisnya. Tanpa strategi yang tepat dapat dipastikan perusahaan atau organisasi tersebut akan jalan ditempat atau bahkan lebih tragis lagi terpuruk bahkan gulung tikar.

    Strategi merupakan kunci keberhasilan bagi perusahaan untuk memiliki daya saing di tengah sengitnya persaingan usaha. Oleh karena itu, perusahaan berlomba – lomba menyusun rencana strategi yang jitu untuk menghadapi ketidakpastian pasar. Cara untuk merumuskan, mengimplementasikan dan mengevaluasi strategi tersebut disebut sebagai manajemen strategis.

    Menurut Fred R. David, Manajemen Strategi adalah ilmu mengenai perumusan, pelaksanaan dan evaluasi keputusan – keputusan lintas fungsi yang memungkinkan organisasi mencapai tujuannya.

    Manajemen strategi diwujudkan dalam bentuk perencanaan berskala besar mencakup seluruh komponen yang ada dilingkungan sebuah organisasi. Manajemen strategi dituangkan dalam bentuk rencana strategis (renstra). Renstra dijabarkan menjadi perencanaan operasional, yang kemudian dijabarkan pula dalam bentuk program kerja dan proyek tahunan.

    Rencana strategis mencakup strategi keuangan (financial strategy), strategi SDM (human resources development), strategi pemasaran (marketing strategy), dan strategi operasional (operation management).

     

    Manfaat Penting Penerapan Manajemen Strategi (Strategic Management) bagi Perusahaan yakni :

    • Manfaat Finansial

    Bisnis yang menggunakan konsep manajemen strategi menunjukan perbaikan yang signifikan dalam penjualan, profitabilitas, dan produktivitas dibandingkan dengan perusahaan tanpa aktivitas perencanaan yang sistematis.

    •  Manfaat Nonfinansial

    Greenley menyatakan manajemen strategi memberikan manfaat sebagai berikut :

    1. Memungkinkan untuk identifikasi, penentuan prioritas, dan eksploitasi
    2. Memberikan pandangan objektif atas masalah manajemen
    3. Merepresentasikan kerangka kerja untuk aktivitas control dan kordinasi yang baik
    4. Meminimalkan efek dari kondisi dan perubahaan yang jelek
    5. Memungkinkan agar keputusan besar dapat mendukung dengan baik tujuan yang telah ditetapkan
    6. Memungkinkan alokasi waktu dan sumber daya yang lebih efektif  untuk peluang yang telah teridentifikasi
    7. Menciptakan kerangka kerja utk komunikasi internal diantara staff
    8. Membantu mengintegrasikan perilaku individu ke dalam usaha bersama
    9. Memberikan dasar utk mengklarifikasi tanggung jawab individu
    10. Mendorong pemikiran ke masa depan
    11. Menyediakan pendekatan kooperatif, terintegrasi dan antusias utk menghadapi masalah dan peluang
    12. Mendorong terciptanya sikap positif terhadap perubahan
    13. Memberikan tingkat kedisiplinan dan formalitas kepada manajemen suatu bisnis

    Sudahkah perusahaan Anda memiliki manajemen strategi bisnis yang tepat guna bagi perusahaan Anda?

    Apabila Anda membutuhkan Jasa Konsultan Manajemen Bisnis Strategi / Business Strategic Management dalam merumuskan strategi yang tepat bagi usaha Anda untuk menjadikan usaha Anda berdaya saing dan semakin berkembang, silahkan menghubungi kami :

     

    SIEN Consultant – Strategic Management Consultants

    Telp : (021) 32403909

    Email : venty@sienconsultant.com / info@konsultan-bisnis.com

    Tahapan Penting Penerapan Manajemen Risiko – Risk Management

    March 25th, 2014

    Penerapan manajemen risiko (risk management) haruslah menjadi suatu bagian yang tak terpisahkan dalam sistem manajemen organisasi / perusahaan. Proses manajemen risiko merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk terciptanya perbaikan yang berkelanjutan (continuous improvement). Manajemen risiko (risk management) dapat diterapkan di setiap level strategis dan level operasional perusahaan.

    Adapun tahapan penerapan manajemen risiko berbasis ISO 31000 – risk management system adalah seperti gambar berikut ini

     

    Dari gambar tersebut diatas, elemen penting dalam manajemen risiko meliputi kegiatan:

    1. Melakukan komunikasi dan konsultasi dengan pengambil keputusan perusahaan

    Menyusun suatu rencana komunikasi dan konsultasi dengan para pengambil keputusan internal dan eksternal perusahaan pada setiap tahapan proses manajemen risiko. Recana komunikasi yang disusun harus merujuk pada risiko yang mungkin terjadi, dampaknya dan tindak lanjut dari hasil manajemen risiko yang sudah dilakukan.

     2. Menentukan konteks manajemen risiko

    Menentukan strategi, kebijakan organisasi, batasan atau parameter internal dan eksternal yang relevan dan penting bagi organisasi, yang akan dijadikan pertimbangan dalam pengelolaan risiko.

     3. Melakukan Risk Assesment, melingkupi kegiatan :

    Melakukan identifikasi sumber risiko, area dampak risiko, peristiwa dan penyebabnya, serta potensi akibatnya yang dapat mempengaruhi pencapaian sasaran perusahaan. Juga perlu diidentifikasi risiko – risiko yang terjadi bila peluang yang ada tidak diambil.

    Menentukan tingkat kegawatan masing – masing risiko (tingkat probabilitas dan konsekuensi yang akan terjadi) menggunakan kriteria yang telah ditentukan pada saat menentukan konteks. Kemudian ditentukan tingkatan risiko yang ada dengan mengalikan kedua variabel tersebut (probabilitas X konsekuensi). Hasil dari kegiatan analisis risiko akan menjadi masukan pada evaluasi risiko.

    Menentukan risiko – risiko mana yang memerlukan perlakuan dengan membandingkan tingkat risiko yang ada dengan kriteria standar. Setelah itu tingkatan risiko yang ada untuk beberapa hazards dibuat tingkatan prioritas manajemennya. Jika tingkat risiko ditetapkan rendah, maka risiko tersebut masuk ke dalam kategori yang dapat diterima dan mungkin hanya memerlukan pemantauan saja tanpa harus melakukan pengendalian.

     4. Melakukan Pengendalian / Perlakuan Risiko

    Melakukan penurunan derajat probabilitas dan konsekuensi yang ada dengan menggunakan berbagai alternatif metode, bisa dengan transfer risiko, dan lain-lain.

     5. Melakukan Monitoring dan Review

    Monitor dan review terhadap hasil sistem manajemen resiko yang sudah dilakukan serta mengidentifikasi perubahan-perubahan yang perlu dilakukan.

     

    Proses manajemen risiko dapat diterapkan di semua tingkatan kegiatan, jabatan, proyek, produk ataupun asset suatu perusahaan.

     

    Bagaimana dengan penerapan manajemen risiko di perusahaan Anda?

     

    Apabila Anda membutuhkan jasa konsultan manajemen risiko atau hendak menerapkan standar internasional manajemen risiko / risk management - ISO 31000, silahkan menghubungi kami :

    SIEN Consultants : (021) 32403909

    venty@sienconsultant.com / info@konsultan-bisnis.com

    Manajemen Risiko Perusahaan / Risk Management, Pentingkah?

    March 13th, 2014

    Jasa Konsultan Manajemen Risiko

    Setiap kegiatan organisasi atau perusahaan, apapun jenis usahanya baik perusahaan kecil maupun besar pasti menghadapi risiko, misalkan mengelola suatu proyek, melakukan transaksi dengan pelanggan, membeli suatu barang, dan lain – lain.

    Risiko dikaitkan dengan kemungkinan kejadian atau keadaan yang dapat mengancam pencapaian sasaran perusahaan baik sasaran strategis, operasional, financial, pembentukan citra organisasi, atau pun segala hal yang ingin dicapai organisasi tersebut. Ketidaktahuan terhadap risiko sangatlah mahal harganya, sehingga diperlukan upaya / cara mengelola risiko tersebut.

    Manajemen risiko (Risk management) merupakan upaya ter-koordinasi untuk mengarahkan dan mengendalikan kegiatan – kegiatan organisasi terkait dengan risiko. Dalam manajemen risiko (Risk Management) tercakup bagaimana untuk mencapai keseimbangan yang tepat antara keberhasilan yang akan dicapai dengan kerugian se minimal mungkin.

    Perusahaan yang mengelola resiko secara efektif dan efisien akan lebih mungkin berani melaju lebih kencang untuk mencapai tujuan mereka dan mencapainya dengan biaya yang lebih rendah.

    Kesadaran akan pentingnya mengelola risiko, berbagai organisasi internasional menyusun berbagai standar sistem manajemen dalam mengelola risiko. Adapun beberapa standar tersebut yakni Australian/New Zealand Standard Risk management AS/NZS 4360, ISO 31000 – Risk Management, dll.

    Pelaksanaan proses manajemen risiko dalam suatu perusahaan merupakan proses yang sistematis, ter-struktur, logis dan ter-dokumentasi, yakni :

    • Melaksanakan komunikasi dan konsultasi sepanjang proses penanganan risiko
    • Menentukan ruang lingkup kegiatan pengelolaan risiko
    • Melakukan identifikasi risiko, analisis, evaluasi, dan perlakuan terhadap risiko (meminimalkan atau menghilangkan) yang terkait dengan kegiatan, proses, fungsi, proyek, atau jasa organisasi tersebut
    • Memantau dan meninjau kembali risiko – risiko yang diidentifikasi
    • Melaksanakan dokumentasi dan pelaporan pelaksanaan proses serta hasilnya

    Manfaat dari penerapan manajemen risiko – Risk Management dalam suatu perusahaan yakni :

    • Meningkatkan efektifitas dan efisiensi manajemen.
    • Memberikan jaminan yang wajar atas pencapaian sasaran perusahaan
    • Meningkatkan reputasi perusahaan.
    • Mengurangi hal – hal yang berakibat pada pencapaian sasaran perusahaan sekaligus langkah antisipasi yang perlu dilakukan telah diidentifikasi sebelumnya.
    • Meningkatkan hubungan dengan para pemangku kepentingan menjadi semakin baik.

    Bagaimana cara menerapkan manajemen risiko yang tepat guna bagi perusahaan Anda?

    Silahkan hubungi kami, Jasa Konsultan Manajemen Risiko – Risk Management terbaik untuk perusahaan Anda
    PT. SIEN Corpora (SIEN Consultants)
    Telp : (021) 32403909
    Email : venty@sienconsultant.com / info@konsultan-bisnis.com

    Disadur dari Buku Manajemen Risiko berbasis ISO 31000 karya Leo J. Susilo dan Victor Riwu Kaho